Tes Bahrain F1 2026 Test 2 Tuntas: Leclerc Tercepat, Mercedes Paling Produktif
Bahrain Pre-Season Testing 2 F1 2026 resmi berakhir pada Jumat, 20 Februari 2026 (WIB) di Bahrain International Circuit, Sakhir. Charles Leclerc menutup tes dengan catatan tercepat 1:31.992 untuk Ferrari, sementara Mercedes menjadi tim paling produktif dari sisi mileage dengan total 432 lap sepanjang tiga hari. Hasil ini bukan “klasemen”, tetapi memberi gambaran awal tentang siapa yang rapi secara operasional jelang seri pembuka GP Australia (6–8 Maret 2026).
Ringkasan Utama
Test 2 adalah blok terakhir sebelum mobil-mobil dibekukan ke mode “race-ready”. Di sinilah tim biasanya menyatukan tiga hal: reliabilitas, pemahaman ban, dan rutinitas kerja garasi. Karena variabel penting seperti fuel load dan mode power unit/energi tidak dipublikasikan secara merata, angka yang paling aman dibaca dari testing adalah kombinasi: (1) apakah tim mampu menyelesaikan run plan, (2) seberapa banyak lap yang terkumpul, dan (3) apakah ada indikasi performa satu lap di kondisi representatif.
Ferrari mendapatkan headline dengan lap Leclerc (1:31.992) di sesi penutup, sementara Mercedes mencatat lap terbanyak dan terlihat “nyaman” menurut rangkuman F1.com—meski sempat terganggu isu pneumatik pada mobil Kimi Antonelli. McLaren, Red Bull, dan Ferrari sama-sama menunjukkan momen kuat, sehingga narasi awal menuju Melbourne cenderung mengarah ke pertarungan empat tim di depan.
Baca juga: Boost Button F1 2026: Cara Kerja Overtake Mode, Recharge, dan Active Aero.
Sorotan/Momen Kunci
1) Leclerc tercepat dan menutup tes dengan “performance run”
Leclerc memimpin Day 3 dan sekaligus menorehkan waktu terbaik keseluruhan Test 2: 1:31.992. Di hari terakhir, Ferrari menjalankan program penuh (Leclerc full day) dan terlihat melakukan push ketika kondisi mulai lebih representatif mendekati senja hingga malam.
2) Mercedes: paling banyak lap, tetapi ada catatan reliabilitas kecil
Total 432 lap menempatkan Mercedes sebagai pemimpin mileage Test 2. Ini penting karena di era regulasi baru, data korelasi (lintasan vs simulator/CFD) sangat bergantung pada jumlah run yang “bersih”. Namun, F1.com juga menyorot Mercedes kehilangan waktu lagi pada Day 3 karena isu pneumatik di mobil Antonelli—pengingat bahwa reliabilitas masih jadi prioritas nomor satu.
3) McLaren “naik level” di hari terakhir
F1.com mencatat McLaren membuat langkah besar dalam pemahaman mobil dibanding hari pertama, dan Norris menutup Day 3 di P2 (lap terbaik 1:32.871). Ini konsisten dengan pola umum tim juara bertahan: mereka sering memulai konservatif, lalu mengencangkan program di penghujung tes.
4) Red Bull solid, Verstappen konsisten
Verstappen finis P3 pada Day 3 dan menjadi pemegang fastest lap Red Bull di Test 2 (1:33.109). Laporan F1.com menyebut program Red Bull kembali terlihat solid, dengan reliabilitas Verstappen cenderung lebih baik dibanding rekan setim barunya di fase ini.
5) Arvid Lindblad dan Racing Bulls: mileage “gila”, 165 lap dalam sehari
Salah satu angka paling menonjol datang dari Racing Bulls. Mereka total 407 lap (kedua terbanyak), dan Lindblad mencetak 165 lap pada Day 3—terbanyak dari semua pembalap di hari terakhir. Ini tipe output yang biasanya hanya muncul jika tim menjalankan run plan tanpa gangguan besar.
6) Aston Martin: tes ditutup menyakitkan
Aston Martin mengakhiri Test 2 dengan 128 lap (terendah) dan hanya enam lap pada Day 3 setelah run plan dibatasi akibat masalah baterai yang mengganggu Kamis, lalu tim mengakhiri program lebih awal. F1.com juga menulis sesi final mereka selesai sekitar 2,5 jam lebih cepat karena kekurangan parts power unit Honda—situasi yang jelas mengurangi peluang mengejar ketertinggalan sebelum Melbourne.

Dampak/Implikasi
Jika ingin membaca “siapa siap balap” dari Test 2, dua metrik paling aman adalah:
- Produktivitas (mileage) + minimnya stoppage. Tim dengan 400+ lap biasanya membawa pulang data yang jauh lebih kaya untuk menyetel mobil dan menutup celah problem awal.
- Sinyal performa di kondisi representatif. Lap cepat di low-fuel tetap menarik, tetapi lebih berguna jika disertai program yang rapi dan konsisten—bukan satu momen “hero lap”.
Rangkuman F1.com menyiratkan empat tim yang tampak berada dalam satu percakapan menuju Australia: Mercedes, Ferrari, Red Bull, dan McLaren. Namun, tanpa transparansi fuel load dan mode energi, urutan pastinya masih terbuka. Sementara itu, tim yang mileage-nya rendah (terutama Aston Martin) masuk periode pra-Melbourne dengan pekerjaan rumah yang sangat jelas: mengejar reliabilitas dan menyelesaikan checklist dasar yang biasanya dituntaskan saat winter testing.
Dengan pramusim selesai, fokus berikutnya adalah memaksimalkan dua pekan persiapan menuju FP1 di Melbourne: memfinalisasi paket, menyusun baseline set-up sirkuit, dan memastikan prosedur (start, pit, serta manajemen energi 2026) siap dijalankan di akhir pekan balap tanpa kompromi.
Ringkasan 5 Poin
- Leclerc jadi yang tercepat di Test 2 (1:31.992) dan memimpin Day 3.
- Mercedes memimpin total lap Test 2 dengan 432 lap, meski sempat terganggu isu pneumatik.
- Racing Bulls mengejutkan di sisi mileage: 407 lap, Lindblad 165 lap pada Day 3.
- McLaren dan Red Bull menutup tes dengan sinyal performa kuat; Norris P2 Day 3, Verstappen P3.
- Aston Martin terpuruk secara mileage (128 lap) dan hanya enam lap pada hari terakhir karena masalah teknis.
Fakta Terverifikasi
- Bahrain Pre-Season Testing 2 berlangsung 18–20 Februari 2026 di Bahrain International Circuit.
- Leclerc menutup Day 3 di P1 dan mencatat waktu terbaik keseluruhan tes: 1:31.992.
- Norris finis P2 pada Day 3, Verstappen P3; Russell P4 dan Gasly P5 pada klasemen Day 3.
- Mercedes menjadi pemimpin mileage Test 2 dengan 432 lap; Racing Bulls 407 lap; Haas 404 lap; McLaren 395 lap.
- Ferrari mencatat total 324 lap dan fastest lap 1:31.992; Red Bull 329 lap dengan fastest lap 1:33.109.
- Lindblad mencatat 165 lap pada Day 3, terbanyak dari semua pembalap di hari terakhir.
- Aston Martin total 128 lap pada Test 2 dan hanya enam lap pada Day 3, dengan run plan dibatasi karena isu baterai dan faktor ketersediaan parts power unit.
- Seri pembuka F1 2026: GP Australia pada 6–8 Maret 2026.
Baca juga: Jadwal F1 Testing Bahrain Test 2 Hari Ini WIB (19 Feb 2026) + Patokan Waktu Day 1.
FAQ
1) Siapa yang tercepat di Bahrain Test 2 F1 2026?
Charles Leclerc (Ferrari) dengan 1:31.992 pada Day 3.
2) Tim mana yang paling banyak mengumpulkan lap di Test 2?
Mercedes, dengan total 432 lap sepanjang tiga hari.
3) Apakah fastest lap berarti tim itu pasti paling kencang saat balapan?
Belum tentu. Lap time testing dipengaruhi fuel load, mode energi, dan tujuan run plan.
4) Kenapa mileage penting di era regulasi baru 2026?
Lebih banyak lap berarti lebih banyak data untuk korelasi aero, validasi sistem, dan menemukan operating window tanpa membuang waktu.
5) Apa highlight non-headline dari Test 2?
Racing Bulls mencatat mileage sangat tinggi (407 lap) dan Lindblad menjalankan 165 lap pada hari terakhir.
6) Kenapa Aston Martin sangat sedikit lap?
F1.com menyebut run plan mereka dibatasi akibat masalah baterai, dan hari terakhir berakhir lebih cepat karena faktor ketersediaan parts power unit Honda.
7) Setelah testing, kapan F1 2026 mulai?
GP Australia di Melbourne pada 6–8 Maret 2026.
REFERENSI SUMBER
- Formula1.com — Leclerc fastest on final day of Bahrain pre-season test ahead of Norris and Verstappen — 20 Februari 2026.
- Formula1.com — IN NUMBERS: Who was the fastest and who recorded the most laps at the second 2026 Bahrain pre-season test? — 20 Februari 2026.
- Formula1.com — What we learned from Day 3 of the second 2026 pre-season test in Bahrain — 20 Februari 2026.


Pingback: Pramusim F1 2026: Leclerc Tercepat, Fokus GP Australia